Cara Memilih Jurnal yang Tepat untuk Dosen: Panduan Anti Salah Target & Anti Jurnal Predator
Salah satu penyebab utama artikel jurnal ditolak tanpa review (desk reject) bukan karena kualitas riset yang buruk, melainkan karena salah memilih jurnal tujuan.
Banyak dosen dan peneliti terjebak pada dua ekstrem:
- Terlalu rendah → tidak berdampak pada karier
- Terlalu tinggi → langsung reject
Artikel ini membahas strategi praktis memilih jurnal yang tepat, aman, dan realistis—khususnya bagi dosen yang sedang membangun rekam jejak publikasi ilmiah.
Mengapa Pemilihan Jurnal Itu Krusial?
Pemilihan jurnal menentukan:
- Diterima atau tidaknya artikel
- Lama proses review
- Nilai angka kredit dosen
- Reputasi akademik jangka panjang
📌 Fakta lapangan:
Artikel bagus bisa ditolak jika tidak sesuai scope jurnal.
Langkah 1 — Pahami Tingkatan Jurnal (Jangan Lompat)
Di Indonesia dan internasional, jurnal diklasifikasikan melalui dua sistem utama:
- Science and Technology Index (SINTA) → jurnal nasional
- Scopus → jurnal internasional
Prinsip Aman
Jika belum rutin publish di SINTA 2, sebaiknya jangan langsung menargetkan Scopus Q1.
Langkah 2 — Baca Aims & Scope (Ini Wajib)
Setiap jurnal memiliki:
- Fokus keilmuan
- Metodologi dominan
- Objek penelitian spesifik
Contoh Kesalahan Umum
❌ Artikel kuantitatif dikirim ke jurnal kualitatif
❌ Topik pendidikan dikirim ke jurnal teknik murni
📌 Tips cepat:
Cari 3–5 artikel terbaru di jurnal tersebut → bandingkan dengan riset Anda.
Langkah 3 — Cek Indeks & Status Jurnal
Sebelum submit, pastikan jurnal:
- Terdaftar di SINTA (untuk jurnal nasional)
- Terindeks Scopus (untuk jurnal internasional)
- Aktif dan konsisten terbit
⚠️ Jangan hanya percaya klaim di website jurnal.
Langkah 4 — Waspadai Jurnal Predator
Jurnal predator adalah jurnal yang:
- Memungut biaya tinggi tanpa proses review jelas
- Mengirim email spam undangan submit
- Menjanjikan publikasi cepat (1–2 minggu)
Ciri Umum Jurnal Predator
- Editor tidak jelas
- Scope terlalu luas
- Website tidak profesional
- Tidak ada arsip edisi sebelumnya
📌 Rule of Thumb:
Jurnal serius tidak pernah menjanjikan accepted cepat.
Langkah 5 — Cocokkan dengan Tujuan Karier
Sebelum submit, tanyakan:
- Untuk BKD?
- Kenaikan jabatan?
- Syarat hibah penelitian?
- Target internasional?
| Tujuan Karier Akademik | Rekomendasi Jurnal |
|---|---|
| Dosen Baru | SINTA 5 – 4 |
| Lektor | SINTA 3 – 2 |
| Lektor Kepala | Scopus Q3 – Q2 |
| Guru Besar | Scopus Q1 |
Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari
Akibatnya:
❌ Blacklist penulis
❌ Reputasi buruk di editor circle
Penutup
Memilih jurnal bukan sekadar mencari yang “mudah tembus”, tetapi menentukan arah karier akademik. Dengan strategi yang tepat, publikasi jurnal menjadi aset jangka panjang, bukan beban administratif.
Rekomendasi Bacaan Selanjutnya
- Tingkatan Jurnal Nasional Bereputasi (SINTA 1–6)
- Roadmap Publikasi Dosen Menuju Scopus Q1
- Struktur Artikel Ilmiah yang Disukai Reviewer


Tidak ada komentar:
Posting Komentar