Strategi Publikasi Jurnal Ilmiah untuk Dosen: Dari SINTA Menuju Scopus
Publikasi jurnal ilmiah bukan lagi sekadar kewajiban administratif bagi dosen, melainkan penentu reputasi akademik dan keberlanjutan karier. Namun, banyak dosen gagal membangun rekam jejak publikasi bukan karena kurang kemampuan menulis, melainkan karena tidak memiliki strategi publikasi yang tepat.
Artikel ini membahas strategi publikasi jurnal ilmiah yang realistis dan bertahap, khususnya bagi dosen yang ingin bergerak dari jurnal nasional bereputasi (SINTA) menuju jurnal internasional terindeks Scopus.
Mengapa Strategi Publikasi Itu Penting?
Tanpa strategi yang jelas, publikasi jurnal berisiko:
- Ditolak berulang kali (desk reject)
- Salah memilih target jurnal
- Tidak berdampak pada kenaikan jabatan
- Menghabiskan waktu dan biaya
📌 Prinsip utama:
Publikasi ilmiah adalah proses jangka panjang,
bukan target instan.
Tahap 1 — Bangun Fondasi di Jurnal Nasional (SINTA)
Bagi dosen pemula atau yang baru mulai aktif menulis, jurnal nasional adalah fondasi wajib.
Fokus pada:
- Kesesuaian scope jurnal
- Konsistensi tema riset
- Kepatuhan pada template jurnal
- Penguatan metodologi penelitian
📌 Target realistis:
SINTA 5–4 → SINTA 3–2
Tahap ini melatih dosen menghadapi proses review ilmiah secara serius.
Tahap 2 — Konsistensi Tema dan Sitasi
Salah satu kesalahan umum adalah menulis topik yang meloncat-loncat. Padahal, editor jurnal menilai konsistensi kontribusi keilmuan.
Strategi yang disarankan:
- Tentukan 1–2 tema riset utama
- Bangun sitasi dari artikel sebelumnya
- Perbarui referensi (5–10 tahun terakhir)
📌 Konsistensi tema = reputasi akademik.
Tahap 3 — Transisi ke Jurnal Internasional
Setelah stabil di SINTA 2–3, dosen mulai dapat mempertimbangkan jurnal internasional.
Langkah aman:
- Mulai dari Scopus Q4
- Pelajari artikel yang sudah terbit di jurnal tujuan
- Perbaiki struktur bahasa akademik (English academic style)
⚠️ Hindari langsung menargetkan Q1 tanpa rekam jejak nasional yang kuat.
Tahap 4 — Manajemen Penolakan (Reject)
Penolakan adalah bagian dari publikasi ilmiah.
Sikap yang tepat:
- Baca komentar reviewer dengan objektif
- Revisi substansi, bukan hanya bahasa
- Jangan kirim ulang tanpa perbaikan
📌 Artikel yang direvisi dengan baik sering diterima di jurnal lain.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
1. Mengirim artikel ke banyak jurnal sekaligus2. Mengabaikan aims and scope jurnal3. Menggunakan referensi lama4. Terjebak jurnal predator
Kesalahan ini dapat merusak rekam jejak akademik.
Penutup
Strategi publikasi jurnal ilmiah yang baik adalah kombinasi antara kesabaran, konsistensi, dan ketepatan target. Dengan tahapan yang jelas, dosen dapat membangun reputasi akademik yang kuat dan berkelanjutan—mulai dari SINTA hingga Scopus.
Mengapa Strategi Publikasi Itu Penting?
Tanpa strategi yang jelas, publikasi jurnal berisiko:
- Ditolak berulang kali (desk reject)
- Salah memilih target jurnal
- Tidak berdampak pada kenaikan jabatan
- Menghabiskan waktu dan biaya
Publikasi ilmiah adalah proses jangka panjang, bukan target instan.
Tahap 1 — Bangun Fondasi di Jurnal Nasional (SINTA)
Bagi dosen pemula atau yang baru mulai aktif menulis, jurnal nasional adalah fondasi wajib.
Fokus pada:
- Kesesuaian scope jurnal
- Konsistensi tema riset
- Kepatuhan pada template jurnal
- Penguatan metodologi penelitian
📌 Target realistis:
SINTA 5–4 → SINTA 3–2
Tahap ini melatih dosen menghadapi proses review ilmiah secara serius.
Tahap 2 — Konsistensi Tema dan Sitasi
Salah satu kesalahan umum adalah menulis topik yang meloncat-loncat. Padahal, editor jurnal menilai konsistensi kontribusi keilmuan.
Strategi yang disarankan:
- Tentukan 1–2 tema riset utama
- Bangun sitasi dari artikel sebelumnya
- Perbarui referensi (5–10 tahun terakhir)
📌 Konsistensi tema = reputasi akademik.
Tahap 3 — Transisi ke Jurnal Internasional
Setelah stabil di SINTA 2–3, dosen mulai dapat mempertimbangkan jurnal internasional.
Langkah aman:
- Mulai dari Scopus Q4
- Pelajari artikel yang sudah terbit di jurnal tujuan
- Perbaiki struktur bahasa akademik (English academic style)
⚠️ Hindari langsung menargetkan Q1 tanpa rekam jejak nasional yang kuat.
Tahap 4 — Manajemen Penolakan (Reject)
Penolakan adalah bagian dari publikasi ilmiah.
Sikap yang tepat:
- Baca komentar reviewer dengan objektif
- Revisi substansi, bukan hanya bahasa
- Jangan kirim ulang tanpa perbaikan
📌 Artikel yang direvisi dengan baik sering diterima di jurnal lain.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Kesalahan ini dapat merusak rekam jejak akademik.
Penutup
Strategi publikasi jurnal ilmiah yang baik adalah kombinasi antara kesabaran, konsistensi, dan ketepatan target. Dengan tahapan yang jelas, dosen dapat membangun reputasi akademik yang kuat dan berkelanjutan—mulai dari SINTA hingga Scopus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar