Roadmap Akademik untuk Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa Pascasarjana
Namun, tidak sedikit dosen yang:
- Bingung membedakan jurnal nasional dan internasional
- Salah memilih target jurnal
- Mengalami reject tanpa review
- Terjebak jurnal predator
Artikel ini disusun sebagai panduan komprehensif dari nol, mulai dari jurnal nasional hingga Scopus Q1–Q4, dengan bahasa yang praktis, sistematis, dan berbasis regulasi akademik.
Apa Itu Jurnal Nasional Bereputasi?
Di Indonesia, istilah “bereputasi” tidak bersifat subjektif, melainkan diukur secara resmi melalui sistem nasional.
Peran SINTA dalam Penilaian Jurnal
Jurnal nasional dinilai melalui Science and Technology Index (SINTA) yang dikelola oleh Kemendikbudristek.
SINTA berfungsi untuk:
- Mengukur kualitas pengelolaan jurnal
- Menilai konsistensi penerbitan
- Menilai dampak sitasi
- Menjadi dasar penilaian BKD dan jabatan fungsional dosen
| Level | Karakteristik | Posisi Strategis |
|---|---|---|
| SINTA 6 | Baru terbit, lolos validasi awal | Latihan penulis pemula |
| SINTA 5 | Mulai stabil | Target awal dosen baru |
| SINTA 4 | Kualitas meningkat | Umum untuk Lektor |
| SINTA 3 | Reputasi nasional kuat | Transisi ke jurnal internasional |
| SINTA 2 | Sangat selektif | Target ideal dosen tetap |
| SINTA 1 | Elite nasional | Setara jurnal internasional |
Banyak dosen gagal naik jabatan bukan karena kurang menulis, tetapi salah strategi dalam memilih target jurnal.
Perbedaan Jurnal Nasional dan Jurnal Internasional
| Aspek | Jurnal Nasional (SINTA) | Jurnal Internasional (Scopus) |
|---|---|---|
| Skala | Nasional 🇮🇩 | Global 🌍 |
| Bahasa | Indonesia / Inggris | Inggris |
| Indeks | SINTA | Scopus |
| Level | S1 – S6 | Q1 – Q4 |
| Dampak | Karier nasional | Karier global |
Jurnal nasional (SINTA) berperan sebagai fondasi rekam jejak publikasi, sedangkan jurnal internasional (Scopus) menjadi pengungkit reputasi akademik global.
Apa Itu Scopus dan Quartile (Q1–Q4)?
Scopus adalah basis data sitasi internasional terbesar yang digunakan untuk mengukur reputasi jurnal dan penulis secara global.
Quartile dalam Scopus
- Q1: 25% jurnal terbaik dunia 🌍
- Q2: Jurnal internasional kuat
- Q3: Jurnal berkembang
- Q4: Gerbang awal ke Scopus
📌 Prinsip realistis:
Jurnal Scopus Q4 bukan “rendahan”, melainkan pintu masuk resmi ke ekosistem global.
Kesalahan Fatal Penulis Jurnal (Wajib Dihindari)
Akibatnya?
❌ Desk reject tanpa komentar reviewer
Fondasi Wajib Sebelum Menulis Artikel
Agar artikel layak submit dan layak diterima, penulis wajib menyiapkan:
1. Topik yang Spesifik dan Kontekstual
❌ “Sistem Informasi Akademik”
✅ “Evaluasi Kepuasan Mahasiswa terhadap Sistem Informasi Akademik menggunakan TAM”
2. Metodologi yang Jelas
- Kuantitatif (regresi, SEM, statistik inferensial)
- Kualitatif (studi kasus, wawancara)
- R&D
- Systematic Literature Review (SLR)
3. Referensi Ilmiah Berkualitas
- Minimal 70% jurnal
- 5 tahun terakhir
- Terindeks Scopus/WoS jika memungkinkan
4. Struktur IMRAD
- Introduction
- Method
- Results
- and
- Discussion
Roadmap Publikasi yang Direkomendasikan (Bisa menjadi panduan)
| Tahun | Target Jurnal |
|---|---|
| Tahun 1 | SINTA 5 – 4 |
| Tahun 2 | SINTA 3 – 2 |
| Tahun 3 | Scopus Q4 |
| Tahun 4 | Scopus Q3 |
| Tahun 5+ | Scopus Q2 – Q1 |
Roadmap ini disusun agar dosen membangun rekam jejak publikasi yang berkelanjutan, bukan loncatan instan yang berisiko reject.
Penutup
Menulis jurnal ilmiah bukan bakat, melainkan strategi yang dipelajari. Dengan memahami:
- Peta jurnal
- Tingkatan reputasi
- Strategi bertahap
maka publikasi ilmiah akan berubah dari beban administratif menjadi aset akademik jangka panjang.
📌 Artikel Selanjutnya
- Cara Memilih Jurnal yang Tepat dan Anti Predator
- Bedah Struktur Artikel yang Lolos Review
- Strategi Tembus Scopus Q4 hingga Q1



Tidak ada komentar:
Posting Komentar