RPS vs Realita Mengajar di Kelas: Cara Menjembatani Keduanya secara Profesional


RPS vs Realita Mengajar di Kelas: Cara Menjembatani Keduanya secara Profesional

Tidak sedikit dosen yang merasakan adanya jarak antara Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan realita mengajar di kelas. RPS sudah disusun rapi, tetapi dalam praktiknya sering muncul dinamika yang tidak terduga, seperti perbedaan kemampuan mahasiswa, keterbatasan waktu, atau perubahan metode pembelajaran.

Artikel ini membahas mengapa perbedaan antara RPS dan realita mengajar bisa terjadi, serta cara menjembatani keduanya secara profesional tanpa melanggar prinsip akademik dan OBE.



Mengapa RPS dan Realita Mengajar Bisa Berbeda?

Perbedaan antara RPS dan praktik di kelas bukan selalu kesalahan dosen. Beberapa faktor yang sering memengaruhi antara lain:

  • Karakteristik mahasiswa yang beragam
  • Kecepatan pemahaman mahasiswa tidak sama
  • Keterbatasan waktu perkuliahan
  • Kondisi kelas (luring/daring)
  • Perkembangan isu dan teknologi yang cepat

RPS disusun sebelum semester dimulai, sementara realita kelas berkembang secara dinamis.


RPS Bukan Aturan Kaku, tapi Kerangka Akademik

Penting dipahami bahwa RPS bukan dokumen kaku yang tidak boleh disesuaikan sama sekali. RPS berfungsi sebagai:

  • Kerangka pembelajaran
  • Acuan capaian kompetensi
  • Pedoman umum pelaksanaan perkuliahan

Selama penyesuaian yang dilakukan tidak mengubah CPMK dan prinsip penilaian, dosen tetap berada dalam koridor akademik.


Cara Menjembatani RPS dan Realita Mengajar

1️⃣ Fokus pada Capaian, Bukan Sekadar Jadwal

Jika waktu tidak memungkinkan mengikuti jadwal persis per pertemuan, dosen perlu memastikan bahwa CPMK tetap tercapai, meskipun:

  • Materi digabung
  • Metode disesuaikan
  • Pendekatan pembelajaran diubah

OBE menekankan capaian, bukan urutan kaku.


2️⃣ Menyesuaikan Metode tanpa Mengubah Tujuan

Metode pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi kelas, misalnya:

  • Diskusi diganti studi kasus
  • Praktik diganti simulasi
  • Presentasi diganti tugas proyek

Selama tujuan pembelajaran tetap sama, penyesuaian ini sah secara akademik.


3️⃣ Mendokumentasikan Penyesuaian Pembelajaran

Penyesuaian antara RPS dan praktik sebaiknya:

  • Dicatat dalam refleksi dosen
  • Dibahas dalam evaluasi pembelajaran
  • Menjadi bahan perbaikan RPS berikutnya

Dokumentasi ini penting sebagai bukti profesionalisme dosen.


4️⃣ Menghindari Perubahan Sepihak pada Penilaian

Hal yang perlu dihindari adalah:

  • Mengubah bobot penilaian tanpa pemberitahuan
  • Menilai di luar skema RPS
  • Mengganti bentuk penilaian tanpa dasar

Jika perubahan penilaian diperlukan, dosen harus menjelaskan secara terbuka dan akademik.


RPS sebagai Alat Refleksi, Bukan Sekadar Rencana

RPS yang baik bukan hanya dipakai sebelum mengajar, tetapi juga setelah mengajar, sebagai alat refleksi:

  • Apa yang berjalan baik
  • Apa yang perlu diperbaiki
  • Apa yang perlu disesuaikan ke depan

Refleksi ini menjadi dasar peningkatan mutu pembelajaran.


Kesimpulan

Perbedaan antara RPS dan realita mengajar adalah hal yang wajar dalam dunia pendidikan. Tantangannya bukan menghilangkan perbedaan tersebut, tetapi menjembatani RPS dan praktik kelas secara profesional, terukur, dan bertanggung jawab. Dengan pendekatan ini, RPS tetap berfungsi sebagai panduan akademik, sementara pembelajaran tetap adaptif dan bermakna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar