RPS Ideal Menurut Sudut Pandang Asesor Akreditasi: Apa yang Benar-Benar Dinilai?
Faktanya, asesor tidak hanya menilai kelengkapan dokumen, tetapi juga logika akademik dan implementasi RPS. Artikel ini membahas seperti apa RPS ideal menurut sudut pandang asesor, agar dosen dapat menyiapkan RPS yang benar-benar siap dinilai.
Asesor Tidak Mencari RPS yang Sempurna
👉 Asesor tidak mencari RPS yang sempurna, tetapi RPS yang konsisten, logis, dan dapat dibuktikan.
RPS yang terlalu “indah di atas kertas” tetapi tidak digunakan justru mudah dikenali sebagai formalitas.
1️⃣ Kesesuaian RPS dengan Kurikulum Program Studi
Asesor akan mengecek:
- Apakah RPS sesuai dengan kurikulum resmi prodi
- Apakah CPL yang dicantumkan relevan
- Apakah CPMK benar-benar diturunkan dari CPL
Jika RPS berdiri sendiri tanpa konteks kurikulum, nilainya akan lemah.
2️⃣ Logika OBE yang Jelas
Dalam RPS ideal, asesor melihat alur yang jelas:
CPL → CPMK → Sub-CPMK → Materi → Metode → Penilaian
Jika salah satu mata rantai ini terputus, RPS dinilai tidak menerapkan OBE secara utuh.
3️⃣ CPMK yang Terukur dan Masuk Akal
Asesor lebih menghargai:
- CPMK yang sederhana tapi terukur daripada CPMK yang ambisius tapi tidak realistis
CPMK harus bisa:
- Diajarkan
- Dinilai
- Dibuktikan ketercapaiannya
4️⃣ Penilaian yang Relevan dan Konsisten
Asesor akan mencocokkan:
- Bentuk penilaian di RPS
- Soal UTS/UAS
- Tugas dan proyek mahasiswa
Jika penilaian tidak sesuai RPS, ini menjadi catatan penting dalam akreditasi.
5️⃣ Bukti Implementasi Lebih Penting dari Format
Salah satu poin paling krusial:
👉 Bukti implementasi lebih kuat daripada format tabel RPS.
Asesor akan mempertimbangkan:
- Materi ajar
- Tugas mahasiswa
- Rubrik penilaian
- Evaluasi ketercapaian CPMK
RPS yang digunakan akan selalu terlihat berbeda dari RPS formalitas.
6️⃣ Konsistensi Antar Mata Kuliah
Dalam visitasi, asesor juga melihat:
- Apakah RPS antar mata kuliah saling mendukung CPL
- Apakah ada keselarasan pendekatan pembelajaran
Ini menunjukkan pengelolaan akademik prodi, bukan kerja individu semata.
Kesalahan yang Sering Membuat RPS Dinilai Lemah
Beberapa kesalahan yang sering dicatat asesor:
- CPMK tidak diturunkan dari CPL
- Penilaian tidak sesuai RPS
- RPS tidak digunakan saat mengajar
- Tidak ada bukti evaluasi RPS
Kesalahan ini sering terjadi bukan karena dosen tidak mampu, tetapi karena kurang memahami sudut pandang penilai.
Kesimpulan
RPS ideal menurut asesor adalah RPS yang logis, konsisten, dan dapat dibuktikan implementasinya. Bukan soal format paling rapi, tetapi soal apakah RPS benar-benar digunakan sebagai panduan pembelajaran. Dengan memahami sudut pandang asesor, dosen dapat menyusun RPS yang tidak hanya siap akreditasi, tetapi juga meningkatkan mutu pembelajaran.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar