OBE yang benar tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terintegrasi dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) agar tidak berhenti sebagai dokumen kurikulum.
Mengapa OBE Harus Terhubung dengan SPMI?
Banyak kampus gagal dalam implementasi OBE karena:
- CPL tidak dianalisis ketercapaiannya
- Tidak ada audit akademik berbasis data
- Evaluasi hanya formalitas
- Tidak ada tindak lanjut nyata
Padahal dalam sistem mutu perguruan tinggi, siklus harus berjalan:
Penetapan → Pelaksanaan → Evaluasi → Pengendalian → Peningkatan
Tanpa itu, OBE hanya akan aktif saat akreditasi saja.
Model Integrasi OBE dan SPMI yang Ideal
1️⃣ Penetapan Standar (Standar Kompetensi Lulusan)
Standar harus memuat:
- Profil lulusan berbasis industri
- CPL yang measurable
- Target ketercapaian (%)
- Indikator evaluasi
Contoh target:
Minimal 75% mahasiswa mencapai level kompeten pada CPL keterampilan khusus.
2️⃣ Pelaksanaan (Implementasi RPS Berbasis Outcome)
Di tahap ini:
- RPS harus konsisten dengan CPL
- Penilaian menggunakan rubrik
- Ada bukti fisik (portofolio, proyek, laporan)
Dokumentasi penting untuk:
- Audit internal
- Evaluasi semester
- Re-akreditasi
3️⃣ Evaluasi (Measurement of Outcome Achievement)
Tahap ini sering diabaikan.
Yang seharusnya dilakukan:
- Hitung ketercapaian CPL per mata kuliah
- Analisis nilai berbasis indikator
- Bandingkan dengan target
- Lakukan evaluasi bersama dosen & prodi
Contoh analisis:
| CPL | Target | Realisasi | Status |
|---|---|---|---|
| CPL-01 | 75% | 68% | Belum Tercapai |
| CPL-02 | 80% | 85% | Tercapai |
Data inilah yang menjadi dasar perbaikan.
4️⃣ Pengendalian (Tindakan Korektif)
Jika CPL tidak tercapai:
- Revisi metode pembelajaran
- Perbaiki rubrik penilaian
- Tambah jam praktik
- Libatkan praktisi industri
Bukan sekadar menyimpan laporan.
5️⃣ Peningkatan (Continuous Quality Improvement – CQI)
Siklus yang benar:
Plan → Do → Check → Act
Setiap semester harus ada:
- Laporan ketercapaian CPL
- Rapat evaluasi kurikulum
- Rekomendasi perbaikan
- Implementasi perbaikan semester berikutnya
Tanpa CQI, OBE tidak hidup.
Strategi Agar Roadmap OBE Tidak Gagal
Berikut strategi praktis yang bisa diterapkan:
✔ Libatkan Industri Secara Formal
- MoU aktif
- Guest lecture
- Penilaian proyek akhir
✔ Gunakan Sistem Digital
- Dashboard ketercapaian CPL
- Database rubrik penilaian
- Monitoring real-time
✔ Bangun Budaya Outcome
- Dosen memahami CPL
- Mahasiswa tahu target kompetensinya
- Prodi rutin evaluasi data
Indikator Keberhasilan Roadmap OBE Berbasis Industri
OBE dinyatakan berhasil jika:
- Lulusan cepat terserap kerja
- Masa tunggu kerja < 6 bulan
- Kepuasan pengguna lulusan tinggi
- Kurikulum direview rutin
- Ada data ketercapaian CPL setiap semester
Penutup Hari Ini
Roadmap OBE yang benar bukan hanya:
✔ Dokumen CPL
✔ RPS lengkap
✔ Matriks korelasi
Tetapi harus menjadi sistem hidup yang terintegrasi dengan SPMI dan evaluasi berkelanjutan.
Jika dijalankan konsisten, maka:
- Kurikulum tidak stagnan
- Lulusan relevan dengan industri
- Akreditasi lebih kuat
- Reputasi universitas meningkat
Penulis & Penanggung Jawab
Adi Jaya Saputra, S.Kom., M.T.I
Dosen Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Dharma Wacana
%20coachadijayasaputra%20universitas%20dharmawacana.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar