Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam dunia pendidikan tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memunculkan ruang kajian keilmuan baru yang berfokus pada bagaimana manusia berinteraksi dengan sistem AI. Ruang kajian ini dikenal sebagai Human–AI Interaction.
Dalam konteks pendidikan tinggi, Human–AI Interaction menjadi bidang yang strategis karena menyentuh aspek pedagogis, psikologis, etis, dan organisasional. Interaksi antara dosen, mahasiswa, dan sistem AI tidak sekadar persoalan teknis, tetapi berkaitan dengan pengalaman pengguna, kepercayaan terhadap sistem, serta dampak penggunaan AI terhadap proses pembelajaran dan pengambilan keputusan akademik.
Human–AI Interaction dalam pendidikan tinggi mengkaji bagaimana sistem AI dirancang, digunakan, dan dipahami oleh manusia. Fokus kajian meliputi aspek usability, kepercayaan (trust), etika penggunaan AI, serta pengalaman pengguna (user experience). Keempat aspek ini menjadi penentu apakah pemanfaatan AI benar-benar mendukung kualitas pendidikan atau justru menimbulkan permasalahan baru.
Bagi dosen, Human–AI Interaction merupakan ruang keilmuan yang relevan untuk dikembangkan sebagai arah penelitian jangka panjang. Bidang ini bersifat multidisiplin dan memungkinkan integrasi antara teknologi, pendidikan, dan ilmu sosial, sehingga memiliki kontribusi nyata terhadap pengembangan pembelajaran dan tata kelola akademik.
Melalui kajian Human–AI Interaction, penelitian dosen diarahkan tidak hanya pada pengembangan sistem AI, tetapi juga pada pemahaman dampak, nilai, dan implikasi penggunaan AI dalam pendidikan tinggi. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan pengembangan keilmuan yang berorientasi pada kualitas, etika, dan keberlanjutan.
Postingan ini disusun sebagai bagian dari penguatan bidang keilmuan dosen dan arah penelitian akademik dalam pemanfaatan kecerdasan buatan di pendidikan tinggi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar