Rencana Pembelajaran Semester (RPS) merupakan dokumen akademik wajib yang menjadi pedoman pelaksanaan perkuliahan. Bagi dosen, menyusun RPS yang baik dan benar bukan hanya soal kelengkapan administrasi, tetapi juga menentukan kualitas proses pembelajaran.
Masih banyak dosen yang menyusun RPS sekadar formalitas, tanpa memperhatikan keterkaitan antara CPL, CPMK, metode pembelajaran, dan penilaian. Artikel ini membahas cara menyusun RPS yang baik dan benar untuk dosen secara sistematis, praktis, dan sesuai standar akademik.
Apa yang Dimaksud RPS yang Baik dan Benar?
RPS yang baik dan benar adalah RPS yang:
- Disusun oleh dosen pengampu
- Mengacu pada kurikulum dan CPL prodi
- Menerapkan pendekatan OBE
- Menjadi pedoman nyata pelaksanaan perkuliahan
RPS bukan dokumen mati, melainkan alat kendali pembelajaran.
Prinsip Dasar Penyusunan RPS
Sebelum menyusun RPS, dosen perlu memahami prinsip berikut:
- Berorientasi pada capaian pembelajaran
- Selaras dengan kurikulum prodi
- Realistis dan dapat dilaksanakan
- Transparan bagi mahasiswa
Jika prinsip ini tidak dipenuhi, RPS berpotensi hanya menjadi dokumen administratif.
Langkah-Langkah Menyusun RPS yang Baik dan Benar
1. Pahami CPL Program Studi
Langkah pertama adalah memahami Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) prodi. CPL menjadi dasar penurunan CPMK mata kuliah.
Tanpa pemahaman CPL, RPS tidak akan terarah.
2. Rumuskan CPMK dan Sub-CPMK
CPMK harus:
- Relevan dengan CPL
- Menggunakan kata kerja operasional
- Dapat diukur dan dievaluasi
Sub-CPMK membantu memecah CPMK menjadi capaian tiap pertemuan.
3. Susun Bahan Kajian dan Pokok Bahasan
Bahan kajian disusun berdasarkan:
- CPMK dan Sub-CPMK
- Kedalaman materi
- Alokasi waktu pertemuan
Pastikan tidak ada materi yang:
- Tumpang tindih
- Tidak relevan dengan CPMK
4. Tentukan Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran harus mendukung capaian pembelajaran, seperti:
- Diskusi
- Case based learning
- Project based learning
Pemilihan metode bukan sekadar tren, tetapi strategi pencapaian CPMK.
5. Rancang Sistem Penilaian
Penilaian harus:
- Selaras dengan CPMK
- Transparan bagi mahasiswa
- Menggunakan rubrik yang jelas
Hindari penilaian yang tidak memiliki keterkaitan dengan capaian pembelajaran.
6. Lengkapi dengan Referensi dan Media
Cantumkan:
- Referensi utama
- Referensi pendukung
- Media pembelajaran yang digunakan
Referensi menunjukkan landasan keilmuan mata kuliah.
Kesalahan Umum dalam Penyusunan RPS
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- CPMK tidak selaras dengan CPL
- Metode pembelajaran tidak mendukung capaian
- Penilaian tidak terukur
- RPS disalin dari tahun sebelumnya tanpa evaluasi
Kesalahan ini membuat RPS kehilangan fungsi akademiknya.
Peran Teknologi dalam Penyusunan RPS
Teknologi, termasuk AI, dapat membantu:
- Menyusun draft
- Merapikan bahasa
- Menyusun struktur awal
Namun, kendali akademik tetap berada di tangan dosen.
Kesimpulan
Cara menyusun RPS yang baik dan benar untuk dosen tidak hanya soal format, tetapi tentang keselarasan tujuan, proses, dan evaluasi pembelajaran. Dengan RPS yang disusun secara tepat, dosen dapat:
- Mengelola perkuliahan lebih terarah
- Meningkatkan kualitas pembelajaran
- Memenuhi standar akademik perguruan tinggi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar