Bagaimana Menilai Ketercapaian CPMK dari RPS secara Akademik dan Terukur
Salah satu tantangan utama dalam pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) adalah menilai ketercapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) secara objektif dan terukur. Banyak dosen telah menyusun RPS dengan baik, namun masih mengalami kesulitan saat harus membuktikan bahwa CPMK benar-benar tercapai.
Artikel ini membahas cara menilai ketercapaian CPMK berdasarkan RPS, mulai dari pemetaan indikator, metode penilaian, hingga praktik akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Apa yang Dimaksud Ketercapaian CPMK?
Ketercapaian CPMK adalah tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan pada mata kuliah. CPMK harus:
- Diturunkan dari CPL program studi
- Dirumuskan secara spesifik dan terukur
- Didukung oleh materi, metode, dan penilaian dalam RPS
Tanpa penilaian yang tepat, CPMK hanya menjadi pernyataan normatif.
Peran RPS dalam Menilai CPMK
RPS berfungsi sebagai dokumen acuan utama untuk menilai CPMK karena di dalamnya tercantum:
- CPMK dan Sub-CPMK
- Materi pembelajaran per pertemuan
- Metode pembelajaran
- Bentuk dan bobot penilaian
Penilaian CPMK harus konsisten dengan apa yang direncanakan dalam RPS.
Langkah Menilai Ketercapaian CPMK dari RPS
1. Memetakan CPMK ke Bentuk Penilaian
Setiap CPMK harus dihubungkan dengan:
- Tugas
- Kuis
- UTS
- UAS
- Proyek atau praktik
Contoh:
CPMK analisis → dinilai melalui studi kasus atau proyek, bukan hanya ujian pilihan ganda.
2. Menyusun Indikator Penilaian
Indikator penilaian berfungsi sebagai alat ukur ketercapaian CPMK, misalnya:
- Ketepatan konsep
- Kemampuan analisis
- Keterampilan praktik
- Kualitas solusi
Indikator ini sebaiknya tertulis jelas dalam RPS atau rubrik penilaian.
3. Menggunakan Rubrik Penilaian
Rubrik membantu dosen:
- Menilai secara objektif
- Mengurangi subjektivitas
- Menyediakan bukti penilaian
Rubrik yang baik memuat kriteria dan level pencapaian CPMK.
4. Mengolah dan Menganalisis Hasil Penilaian
Nilai mahasiswa perlu dianalisis untuk melihat:
- CPMK yang tercapai
- CPMK yang belum optimal
- Pola kelemahan pembelajaran
Hasil analisis ini menjadi dasar evaluasi dan perbaikan RPS.
Bukti Ketercapaian CPMK yang Diakui Akademik
Dalam konteks audit mutu dan akreditasi, bukti ketercapaian CPMK dapat berupa:
- Rekap nilai mahasiswa
- Contoh tugas dan proyek
- Rubrik penilaian
- Berita acara evaluasi pembelajaran
- Dokumen revisi RPS
Bukti ini menunjukkan bahwa RPS tidak hanya disusun, tetapi diimplementasikan.
Kesalahan Umum dalam Menilai CPMK
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- Penilaian tidak sesuai CPMK
- CPMK terlalu umum dan tidak terukur
- Tidak ada rubrik penilaian
- Hasil penilaian tidak dianalisis
Kesalahan ini dapat melemahkan mutu pembelajaran dan penilaian akreditasi.
Kesimpulan
Menilai ketercapaian CPMK tidak dapat dilepaskan dari RPS. Dengan pemetaan CPMK yang jelas, indikator dan rubrik penilaian yang tepat, serta analisis hasil belajar, dosen dapat membuktikan bahwa pembelajaran berjalan sesuai prinsip OBE. Proses ini juga menjadi bagian penting dalam penjaminan mutu dan akreditasi program studi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar