Etika Penggunaan AI dalam Penyusunan RPS: Batasan, Tanggung Jawab, dan Praktik yang Benar
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan tinggi semakin meluas, termasuk dalam proses penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). AI mampu membantu dosen menyusun draft RPS dengan cepat dan sistematis. Namun, penggunaan AI dalam dokumen akademik juga menimbulkan pertanyaan penting terkait etika, tanggung jawab akademik, dan batasan penggunaannya.
Artikel ini membahas etika penggunaan AI dalam penyusunan RPS, agar dosen dapat memanfaatkan teknologi secara tepat tanpa melanggar prinsip akademik.
AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Dosen
Dalam konteks penyusunan RPS, AI harus diposisikan sebagai alat bantu (assistant), bukan sebagai pengambil keputusan akademik. RPS tetap merupakan tanggung jawab penuh dosen pengampu mata kuliah.
AI dapat membantu dalam:
- Menyusun draft awal CPMK dan Sub-CPMK
- Merapikan redaksi bahasa akademik
- Mengecek konsistensi struktur RPS
Namun, penetapan capaian pembelajaran, materi, metode, dan penilaian tetap harus dilakukan oleh dosen.
Batasan Penggunaan AI dalam Penyusunan RPS
Beberapa batasan penting yang perlu diperhatikan dosen antara lain:
- AI tidak boleh menggantikan kurikulum resmi program studi
- AI tidak boleh menentukan CPL dan kebijakan akademik
- Hasil AI tidak boleh digunakan mentah tanpa verifikasi
- RPS tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada AI
Batasan ini penting untuk menjaga integritas akademik.
Tanggung Jawab Akademik Dosen
Meskipun menggunakan AI, dosen tetap bertanggung jawab atas:
- Keabsahan isi RPS
- Kesesuaian dengan CPL dan kurikulum
- Keterukuran CPMK dan penilaian
- Implementasi RPS di kelas
Dalam proses audit mutu atau akreditasi, yang diminta pertanggungjawaban adalah dosen, bukan teknologi yang digunakan.
Risiko Penggunaan AI Tanpa Etika
Penggunaan AI tanpa pertimbangan etis dapat menimbulkan beberapa risiko, seperti:
- RPS menjadi generik dan tidak kontekstual
- Ketidaksesuaian dengan karakteristik mahasiswa
- Inkonsistensi dengan kebijakan program studi
- Masalah saat audit akademik dan akreditasi
Oleh karena itu, penggunaan AI harus dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.
Praktik Etis Penggunaan AI dalam Penyusunan RPS
Agar AI digunakan secara etis, dosen disarankan untuk:
- Menyusun kerangka RPS terlebih dahulu secara manual
- Menggunakan AI untuk memperkaya dan menyempurnakan draft
- Melakukan review kritis terhadap setiap bagian RPS
- Menyesuaikan hasil AI dengan kebutuhan mata kuliah
- Mendokumentasikan proses evaluasi dan revisi RPS
Dengan cara ini, AI justru menjadi alat peningkatan mutu, bukan sumber masalah.
Posisi AI dalam Pendidikan Tinggi ke Depan
Ke depan, penggunaan AI dalam pendidikan tinggi tidak dapat dihindari. Namun, yang perlu ditekankan adalah penguatan literasi AI bagi dosen, agar teknologi digunakan sebagai pendukung pembelajaran yang etis, bertanggung jawab, dan berorientasi pada mutu.
Kesimpulan
AI dapat menjadi alat bantu yang sangat berguna dalam penyusunan RPS berbasis OBE jika digunakan secara etis dan bertanggung jawab. Dosen tetap memegang peran utama sebagai pengambil keputusan akademik. Dengan pemahaman yang tepat, AI justru dapat membantu meningkatkan kualitas dan konsistensi RPS.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar