Kesalahan Umum Dosen dalam Menyusun RPS dan Cara Memperbaikinya.
Artikel ini membahas kesalahan umum dosen dalam menyusun RPS, sekaligus memberikan solusi praktis agar RPS benar-benar berfungsi sesuai prinsip Outcome Based Education (OBE).
1. RPS Disusun Sekadar Formalitas
Kesalahan paling sering terjadi adalah menyusun RPS hanya untuk memenuhi kewajiban administrasi, tanpa mempertimbangkan implementasinya di kelas.
Dampaknya:
- RPS tidak digunakan saat mengajar
- Materi tidak selaras dengan CPMK
- Evaluasi pembelajaran tidak terarah
Solusi:
Jadikan RPS sebagai panduan mengajar, bukan sekadar dokumen arsip.
2. CPMK Tidak Selaras dengan CPL
Banyak RPS yang mencantumkan CPMK, tetapi tidak benar-benar diturunkan dari CPL program studi.
Dampaknya:
- Capaian pembelajaran sulit diukur
- RPS tidak mendukung visi kurikulum
Solusi:
Pastikan setiap CPMK memiliki keterkaitan langsung dengan CPL yang ditetapkan program studi.
3. Metode Pembelajaran Tidak Mendukung CPMK
Kesalahan lain adalah memilih metode pembelajaran secara umum, tanpa mempertimbangkan capaian yang ingin dicapai.
Contoh:
- CPMK menuntut analisis → tetapi metode hanya ceramah
Solusi:
Sesuaikan metode seperti case based learning, project based learning, atau diskusi dengan CPMK.
4. Penilaian Tidak Terukur
Masih banyak RPS yang mencantumkan penilaian secara umum tanpa indikator yang jelas.
Dampaknya:
- Penilaian subjektif
- Mahasiswa tidak memahami standar kelulusan
Solusi:
Gunakan rubrik penilaian yang jelas dan terukur.
5. RPS Tidak Pernah Dievaluasi
RPS sering digunakan bertahun-tahun tanpa pembaruan, meskipun:
- Kurikulum berubah
- Karakteristik mahasiswa berubah
- Teknologi pembelajaran berkembang
Solusi:
Lakukan review RPS setiap semester berdasarkan evaluasi pembelajaran.
Peran Teknologi dalam Perbaikan RPS
Teknologi, termasuk AI, dapat membantu dosen dalam:
- Menyusun draft awal RPS
- Merapikan redaksi CPMK
- Mengecek konsistensi CPL–CPMK
Namun, keputusan akademik tetap berada pada dosen.
Kesimpulan
Kesalahan dalam penyusunan RPS bukan hanya berdampak pada dokumen, tetapi juga pada kualitas pembelajaran. Dengan memahami kesalahan umum dan cara memperbaikinya, dosen dapat menjadikan RPS sebagai instrumen pembelajaran yang efektif, relevan, dan berorientasi pada capaian.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar