Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT dalam kegiatan akademik semakin umum dilakukan oleh dosen, baik untuk penyusunan RPS, laporan penelitian, maupun laporan pengabdian kepada masyarakat. Namun, muncul pertanyaan penting: bagaimana cara mencantumkan penggunaan AI di laporan akademik agar tetap aman dan etis?
Mencantumkan penggunaan AI bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari tanggung jawab akademik dan integritas ilmiah. Artikel ini membahas cara yang benar, sederhana, dan dapat diterima secara akademik.
Mengapa Penggunaan AI Perlu Dicantumkan?
Ada tiga alasan utama:
- Transparansi akademik
- Akuntabilitas penulis (dosen)
- Menghindari tuduhan pelanggaran etika atau plagiarisme
Dengan mencantumkan penggunaan AI, dosen menunjukkan sikap terbuka dan profesional.
Kapan Penggunaan AI Perlu Dicantumkan?
Penggunaan AI PERLU dicantumkan jika AI digunakan untuk:
- Menyusun draft teks
- Merapikan bahasa akademik
- Membantu struktur laporan
- Merangkum referensi
❌ Tidak perlu dicantumkan jika AI tidak digunakan sama sekali.
Cara Mencantumkan Penggunaan AI di Laporan Akademik
1. Dicantumkan pada Bagian Metodologi (Jika Relevan)
Untuk laporan penelitian atau PKM, penggunaan AI dapat dicantumkan di bagian metodologi sebagai alat bantu penulisan.
Contoh penulisan:
Penulisan laporan ini dibantu dengan pemanfaatan perangkat kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu penyusunan draft dan perbaikan bahasa, dengan tetap melalui proses validasi akademik oleh penulis.
2. Dicantumkan pada Bagian Catatan atau Keterangan
Jika tidak relevan dimasukkan ke metodologi, AI dapat dicantumkan pada bagian:
- Catatan
- Keterangan tambahan
- Pernyataan etika
3. Dicantumkan dalam Pernyataan Etika Akademik
Beberapa laporan kini menambahkan pernyataan etika di akhir dokumen.
Contoh:
Penulis menggunakan AI sebagai alat bantu penulisan tanpa menggantikan peran intelektual dan tanggung jawab akademik penulis.
Apa yang TIDAK BOLEH Ditulis?
Hal-hal tersebut dapat dianggap pelanggaran etika akademik.
Apakah Ada Format Baku?
Saat ini:
- Belum ada format nasional yang seragam
- Setiap institusi dapat memiliki kebijakan berbeda
Namun, prinsip umumnya adalah:
- Jujur
- Proporsional
- Tidak berlebihan
Sikap Akademik yang Dianjurkan
Dosen disarankan untuk:
- Mengikuti kebijakan institusi
- Berdiskusi dengan tim atau reviewer
- Menyimpan dokumentasi penggunaan AI
Langkah ini penting untuk perlindungan akademik jangka panjang.
Kesimpulan
Cara mencantumkan penggunaan AI di laporan akademik tidak rumit, selama dosen:
- Transparan
- Bertanggung jawab
- Menempatkan AI sebagai alat bantu
Dengan pendekatan ini, penggunaan AI justru memperkuat profesionalisme akademik, bukan melemahkannya.
Jika Anda dosen yang ingin memanfaatkan AI secara aman, etis, dan sesuai aturan, ikuti seri lanjutan:
- Kebijakan AI di Perguruan Tinggi
- AI untuk BKD dan Administrasi Akademik
- Artikel Hari 1: Contoh Penggunaan AI untuk Dosen di Indonesia
- Artikel Hari 2: Cara Menggunakan ChatGPT untuk RPS Dosen
- Artikel Hari 3: Kesalahan Dosen Menggunakan ChatGPT
- Artikel Hari 4: Apakah AI Boleh Digunakan dalam Kegiatan Akademik?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar