Apakah RPS Wajib Direvisi Setiap Tahun? Ini Penjelasan Akademiknya
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) merupakan dokumen akademik yang digunakan dosen sebagai pedoman pelaksanaan perkuliahan. Namun, masih sering muncul pertanyaan di kalangan dosen: apakah RPS wajib direvisi setiap tahun, atau boleh digunakan berulang kali?
Artikel ini membahas kewajiban revisi RPS, kapan RPS perlu diperbarui, serta alasan akademik dan praktis mengapa evaluasi RPS sangat penting dalam menjaga mutu pembelajaran.
Kedudukan RPS dalam Pembelajaran
RPS bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan:
- Panduan pelaksanaan pembelajaran semester
- Alat kendali mutu pembelajaran
- Dokumen pendukung akreditasi
- Bukti penerapan Outcome Based Education (OBE)
Karena perannya yang strategis, RPS harus selalu relevan dengan kondisi aktual pembelajaran.
Apakah RPS Wajib Direvisi Setiap Tahun?
Secara prinsip akademik, RPS tidak selalu wajib diganti total setiap tahun, namun wajib dievaluasi secara berkala.
Artinya:
- Jika tidak ada perubahan kurikulum, CPL, atau kebijakan akademik → RPS boleh digunakan kembali
- Jika terdapat perubahan signifikan → RPS wajib direvisi
Evaluasi rutin menjadi kunci utama, bukan sekadar mengganti tahun di halaman sampul.
Kapan RPS Harus Direvisi?
RPS perlu direvisi apabila terjadi kondisi berikut:
-
Perubahan Kurikulum atau CPL
-
Adanya penyesuaian capaian pembelajaran program studi
-
-
Perubahan CPMK
-
Penyesuaian kompetensi yang ingin dicapai mata kuliah
-
-
Perkembangan Ilmu dan Teknologi
-
Materi tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri atau akademik
-
-
Evaluasi Hasil Pembelajaran
-
Nilai mahasiswa tidak mencerminkan capaian kompetensi
-
-
Masukan dari Mahasiswa dan Reviewer
-
Temuan saat audit mutu internal atau akreditasi
-
Kesalahan Umum dalam Praktik Revisi RPS
Beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan antara lain:
- Mengganti tahun tanpa mengevaluasi isi
- Menyalin RPS lama tanpa pembaruan
- Revisi hanya dilakukan saat akreditasi
- Tidak mendokumentasikan perubahan RPS
Praktik ini membuat RPS kehilangan fungsinya sebagai alat kendali pembelajaran.
Praktik Baik Evaluasi dan Revisi RPS
Agar revisi RPS lebih bermakna, dosen disarankan untuk:
- Melakukan refleksi setelah satu semester perkuliahan
- Mengevaluasi kesesuaian CPMK, metode, dan penilaian
- Menyesuaikan materi dengan perkembangan terkini
- Mendokumentasikan hasil evaluasi dan perubahan RPS
Dengan cara ini, RPS akan menjadi dokumen hidup dan dinamis.
Peran Teknologi dalam Evaluasi RPS
Teknologi, termasuk pemanfaatan AI, dapat membantu dosen dalam:
- Membantu pengecekan konsistensi CPL–CPMK
- Merapikan struktur RPS
- Membandingkan RPS lama dan baru
Namun, keputusan akademik tetap menjadi tanggung jawab dosen.
Kesimpulan
RPS tidak harus selalu diganti setiap tahun, tetapi wajib dievaluasi secara berkala. Revisi RPS dilakukan ketika terdapat perubahan kurikulum, capaian pembelajaran, atau kebutuhan pembelajaran. Dengan evaluasi dan revisi yang tepat, RPS akan tetap relevan, berkualitas, dan mendukung pembelajaran berbasis capaian.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar